Kenapa Semua Gue Tulis di Blog? Karena Buat Gue, BLOG Adalah Tempat Buat Pulang

Spread the love

Kadang gue duduk sendiri sambil buka dasbor blog, terus mikir: kenapa ya gue setia banget nulis di sini? Bukan karena blog gue rame pengunjungnya, bukan juga karena gue ngejar perhatian. Lebih karena di titik tertentu dalam hidup, gue menemukan bahwa kata-kata itu bisa jadi rumah. Tempat gue balik setelah hari yang berat, setelah pikiran kusut, atau setelah kepala ribut sama hal-hal kecil yang nggak bisa gue jelasin langsung ke orang lain.

Dan lucunya, menulis itu sering datang tanpa permisi. Ada kalimat lewat di pikiran, terus nancep, dan rasanya sayang kalau nggak ditaruh di suatu tempat. Blog jadi wadah Itu. Kadang bukan cerita besar, cuma fragmen keseharian yang mungkin bagi orang lain receh. Tapi buat gue, itu justru potongan hidup yang paling jujur.

Gue sadar banget, nggak semua orang punya cara yang sama buat ngelola pikiran. Ada yang ngobrol sama temen, ada yang nyanyi, ada yang olahraga, ada yang meditasi. Gue? Ya nulis. Itu aja. Nggak ada motif lain. Bukan buat terlihat bijak, bukan buat tampil sok paham kehidupan. Gue cuma pengen jujur sama diri gue sendiri, dan blog ini adalah salah satu tempat paling aman buat gue melakukan itu.

Kadang gue ketawa sendiri kalau lihat tulisan-tulisan lama. Ada yang emosional, ada yang mellow, ada yang penuh logika, ada yang ngegas halus, ada yang lembutnya kebangetan. Dan itu semua bagian dari diri gue yang mungkin nggak semua orang lihat dalam obrolan sehari-hari. Menulis itu kayak ngomong sama cermin, tapi cermin yang balikinnya lebih pelan dan lebih sabar.

Dan jujur aja, gue nggak pernah tau siapa yang bakal baca. Bisa cuma satu orang, bisa seribu, bisa juga nggak ada. Tapi itu bukan masalah. Karena tujuan gue nulis bukan supaya dibaca banyak orang. Tujuannya supaya gue ngerti apa yang sebenarnya gue rasakan. Supaya energi yang nggak sempat gue urai sepanjang hari bisa keluar pelan-pelan lewat kalimat.

Yang paling menyentuh adalah ketika ada satu-dua orang bilang bahwa tulisan gue menemani mereka. Nggak banyak, tapi cukup buat bikin gue percaya bahwa kejujuran itu punya suara sendiri. Bukan karena gue spesial—nggak. Tapi karena kejujuran manusia tuh punya efek yang nggak bisa diprediksi.

Pada akhirnya, BLOG INI SELALU JADI TEMPAT GUE BALIK. Tempat gue nguatin diri sendiri. Tempat gue ngumpulin serpihan-serpihan pikiran yang berhamburan. Dan semoga, meski cuma sedikit, tulisan yang lahir dari kejujuran itu bisa nyentuh hati orang lain yang lagi butuh teman.

Selama masih ada hal yang ingin gue pahami dalam hidup, gue akan terus menulis. Nggak peduli berapa banyak yang baca, atau siapa yang lewat. Karena bagi gue, kata itu bukan sekadar tulisan—kata itu tempat pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *