Katanya, ERACS ga dijahit ?

Spread the love

Metode ERACS ini kadang bikin orang salah paham. Banyak pasien nanya, “Bu dokter… kalau ERACS itu beneran nggak dijahit ya?” Pertanyaannya lucu, tapi wajar. Soalnya nama ERACS terdengar futuristik—Enhanced Recovery After Cesarean Surgery—hingga seolah-olah operasi sesar kini cukup pakai swipe kiri-kanan lalu perut tertutup otomatis seperti pintu lift.

Sayangnya, dunia kedokteran belum secanggih drama Korea medis. Kenyataannya: iya, tetap dijahit.
Operasi sesar tanpa jahitan hanya ada di imajinasi orang yang berharap sakit hilang tanpa proses.

Secara akademik, ERACS bukan metode operasi baru, bukan teknik sulap yang membuat luka menutup sendiri, dan bukan pula inovasi yang menghapus kebutuhan benang. ERACS adalah protokol pemulihan cepat yang mengatur bagaimana ibu dipersiapkan, dialih-anestesi, dirawat, dan dimobilisasi agar pulih lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih manusiawi (Kehlet, 2021).
Jadi, kalau berharap tidak dijahit, itu seperti berharap makan tanpa mengunyah: konsepnya tidak paralel dengan fisiologi manusia.

Bedanya ERACS bukan di “jahit atau tidak jahit,” melainkan cara dokter menjahit.
Teknik penutupan luka dibuat lebih rapi, lebih minim nyeri, dengan teknik modern seperti subcuticular suturing yang penampakannya lebih bersahabat daripada benang rajut nenek-nenek. Luka lebih halus, rasa sakit lebih ringan, dan penyembuhan lebih cepat. Ini bukan keajaiban—ini biomekanika.

Selain itu, ERACS mengoptimalkan manajemen nyeri. Bukan dengan “kuat-kuatan mental,” tetapi dengan analgesia multimodal yang bikin pasien tidak perlu merintih mirip aktor figuran sinetron. Ibu bisa duduk lebih cepat, bisa menyusui lebih awal, dan tidak perlu merasa hidupnya berakhir di hari pertama pascaoperasi.

Sarkas tipisnya begini:
ERACS membuat pulih lebih cepat, bukan membuat operasi sesar jadi layanan drive-thru.

Jadi, kalau ada yang tanya: “Sesar ERACS itu dijahit atau tidak?”
Jawaban ilmiahnya: dijahit. Tentu saja dijahit.
Jawaban satirnya: masa mau ditempel pakai isolasi?

Dan karena pendekatannya terstruktur, ibu bukan cuma dapat luka yang rapi, tetapi dapat pengalaman persalinan yang tidak traumatis. Bahkan banyak ibu merasa lebih “punya kendali” karena tubuh mereka tidak dipaksa menderita lama.
ERACS bukan penghapus jahitan;
ERACS adalah penghapus drama.

Pada akhirnya, yang membuat ERACS istimewa bukan karena ia menghilangkan proses, tetapi karena ia menghormati tubuh ibu. Dan menghormati tubuh berarti memberi dukungan terbaik: teknik operasi modern, manajemen nyeri cerdas, mobilisasi cepat, nutrisi tepat, bonding lebih awal, serta perawatan pascaoperasi yang tidak membuat ibu merasa seperti robot rusak yang butuh reboot.

Jadi, kalau ada yang bertanya lagi apakah ERACS menghilangkan jahitan, tolong kasih tahu:
pengalaman boleh ringan — tapi anatomi tetap anatomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *