Sebuah Seruan di Hari yang Merah

Spread the love

Hari ini,
di bawah langit yang tak selalu ramah,
kita berkumpul—diam, namun penuh gairah.
Sebab di tubuh bangsa,
masih ada luka yang tak selalu terlihat,
masih ada suara yang ditekan,
dan harapan yang berjalan pincang
mencari tempatnya sendiri.

Saudara-saudaraku,
di balik angka-angka yang disiarkan kantor,
di balik laporan yang disusun rapi,
ada manusia yang menunggu jaminan hidup.
Ada mata yang menahan cemas
setiap kali obat telat datang,
ada dada yang mengencang
ketika stigma masih mengalir seperti racun
di lorong-lorong peradaban kita.

Ah, negeri ini!
Sering sekali gemar mengutip janji,
namun tergagap ketika harus melindungi.
Kita bicara tentang transformasi,
tentang inovasi,
tentang keberlanjutan yang megah.
Tetapi ingatlah:
virus tidak mengenal istilah “menunggu anggaran,”
tidak tunduk pada kalender birokrasi,
dan tidak peduli pada kata sambutan pejabat.

Maka hari ini,
aku menyeru kepada kalian—
para pemimpin, para perawat, para sahabat,
para manusia yang masih punya hati:
jangan biarkan mereka berjalan sendirian.
Jangan biarkan gangguan kecil
menjadi relung tempat harapan pelan-pelan mati.
Karena hidup tidak boleh tersandung
hanya oleh sistem yang tidak sempat diperbaiki.

Saudara-saudaraku,
bangkitlah!
Mari kita jaga yang belum sempat terjaga,
rawat yang belum sempat terawat,
kuatkan yang hampir menyerah.
Sebab perjuangan melawan AIDS
bukan sekadar angka dalam tabel,
melainkan nyawa yang ingin terus hidup
dengan martabat yang penuh.

Dan bila hari ini
kita masih berjalan tertatih,
biarlah itu menjadi awal dari langkah yang lebih tegap.
Kita tidak boleh kalah oleh gangguan.
Kita tidak boleh kalah oleh ketidaksiapan.
Kita tidak boleh kalah oleh ketakutan.

Di hadapan kita:
tahun-tahun yang menantang,
tapi juga tahun-tahun yang mungkin
menjadi saksi kemenangan.

Mari kita bergerak—
dengan hati yang berani,
dengan pikiran yang tajam,
dan dengan kemanusiaan yang tak bisa ditawar.

Sebab hari ini bukan sekadar peringatan.
Hari ini adalah pengingat
bahwa kita masih hidup,
dan bahwa hidup harus kita perjuangkan
bersama-sama.

Selamat Hari HIV AIDS 2025

Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *