KOLOBRASI PUSKESMAS CIAMPEL & RSUD JATISARI: BARISAN COKLAT DAN BIRU –  UNTUK KESEHATAN WARGA

Spread the love

Kalau lo lihat foto ini, vibe kolaborasinya langsung kebaca. Di satu sisi ada barisan ASN Puskesmas Ciampel dengan seragam coklat khas pelayanan publik di lini primer. Di sisi lain, ada tim RSUD Jatisari dengan rompi biru, simbol tenaga kesehatan rujukan yang siap turun ke masyarakat. Dua warna, dua instansi, tapi satu gerakan: memperkuat kesehatan keluarga dan mencegah stunting sejak dini.

ASN Puskesmas Ciampel ini adalah garda terdepan. Mereka yang tiap hari ketemu warga, mendata balita, memantau tumbuh kembang, dan jadi “database hidup” untuk kondisi kesehatan desa. Mereka tahu persis balita mana yang rawan stunting, ibu mana yang butuh pemantauan gizi, dan keluarga mana yang perlu diedukasi. Secara konsep kesehatan masyarakat, merekalah primary health workforce yang memegang peran sentral dalam early detection dan pencegahan risiko (Bloom, 2011).

Masuk tim RSUD Jatisari, rompi biru yang terlihat di foto itu bukan hanya seragam — itu representasi dari rumah sakit rujukan yang hadir bukan untuk “mengambil alih”, tapi memperkuat. Ketika tenaga kesehatan RSUD turun ke posyandu, berarti satu hal: alur pelayanan dari primer ke rujukan sedang dibuat lebih lancar, lebih manusiawi, dan lebih dekat secara emosional.

Di belakang mereka, poster tumbuh kembang dan edukasi stunting berdiri jelas — bukan sekadar pajangan, tapi alat komunikasi yang terbukti meningkatkan pemahaman keluarga secara signifikan (Nutbeam, 2000). Meja di depannya penuh formulir, alat ukur, vitamin, hingga kit kesehatan: tanda bahwa ini bukan acara seremonial, tapi kegiatan yang punya output data dan outcome langsung bagi warga.

Kolaborasi kayak gini adalah contoh textbook dari continuum of care — layanan kesehatan yang nyambung dari desa sampai rumah sakit (WHO, 2021). ASN Puskesmas Ciampel menghadirkan konteks lapangan, RSUD Jatisari membawa dukungan klinis dan penguatan program. Ketemunya di posyandu bikin intervensi kesehatan jadi lebih efektif dan lebih cepat direspons.

Yang bikin foto ini makin kuat adalah kesetaraan posisi. ASN seragam coklat berdiri sejajar dengan tim RSUD Jatisari. Ini bukan hubungan “atas–bawah”, tapi hubungan sejajar antarprofesi. Dalam teori kolaborasi lintas sektor, pola kayak gini terbukti meningkatkan efektivitas program komunitas karena setiap pihak merasa dihargai dan berdaya (Rogers, 2010).

Kalau dirangkum, foto ini adalah bukti bahwa:

Puskesmas Ciampel menguasai lapangan.
RSUD Jatisari memperkuat kompetensi dan dukungan medis.
Posyandu jadi titik temu kekuatan dua lembaga kesehatan.

Dan hasilnya? Masyarakat dapat layanan yang lebih lengkap, lebih dekat, dan lebih cepat.

Karena pada akhirnya, kesehatan itu bukan kerja satu warna seragam.
Kesehatan adalah kerja bareng—coklat dan biru berdiri di garis yang sama, untuk tujuan yang sama: masa depan anak Karawang yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *