Full Squad Puskesmas Ciampel: Dari Baju Basah Kena Hujan Sampai Komitmen Pelayanan yang Nggak Pernah Kendor

Ada satu hal yang selalu bikin gue salut tiap kali ngeliput Gebyar PATEN: energi para nakes Puskesmas yang selalu hadir seolah dunia butuh mereka sekarang juga. Dan di Ciampel hari ini, suasananya makin kerasa. Hujan turun, tanah becek, tenda bergetar kena angin—tapi tim Puskesmas Ciampel tetap berdiri rapih, senyum lengkap, dan meja pelayanan nggak kosong sama sekali.
Puskesmas itu memang lini paling depan dari dinas kesehatan. Mereka bukan cuma nunggu pasien datang ke gedung; mereka yang turun langsung saat ada darurat kesehatan, apalagi ketika pemerintah bikin pelayanan jemput bola kayak PATEN ini. Dan jenis layanan yang mereka buka? Sudah jelas besar manfaatnya. Tercetak di spanduk besar yang jadi latar foto: pengobatan, cek kesehatan gratis, layanan KB, IVA, sampai HPV DNA. Itu semua ibarat paket lengkap yang sengaja dibawa biar masyarakat nggak perlu jauh-jauh datang ke fasyankes.
Dari sekian banyak momen hari itu, ada satu ucapan yang menurut gue merangkum semuanya. Pak Anton Suherman, SE, Kasubag TU Puskesmas Ciampel, ngomong dengan tenang tapi tegas:
“Kehadiran full squad ini bukan formalitas. Ini komitmen kami terhadap masyarakat.”


Dan gue melihat sendiri apa yang dimaksud “full squad”.
Tim medis lengkap—perawat, bidan, analis lab, admin, sampai kader—semuanya hadir. Bahkan yang biasanya jaga di dalam ruangan, hari itu nyemplung ke lapangan ikut bantu alur pelayanan. Ada yang lagi nulis, ada yang lagi cek tensi, ada yang lagi mimpin asesmen, ada yang lagi ngatur antrean sambil sesekali ngelap kaca matanya yang kena gerimis.
Yang bikin suasana makin hangat, warga nggak cuma datang buat berobat. Ada yang penasaran mau cek IVA, ada yang baru tahu soal HPV DNA, ada bapak-bapak yang datang cuma buat “cek-cek doang, siapa tau kolesterol naik”, dan ada ibu-ibu yang bawa anak sambil bilang, “sekalian aja nak, mumpung deket.”
Itulah fungsi Puskesmas kalau lagi turun ke lapangan: mereka bukan sekadar buka pelayanan, tapi membuka akses. Membuka pintu buat masyarakat yang biasanya ragu, sibuk, atau belum sempat datang ke fasilitas kesehatan.
Kadang pelayanan kesehatan itu bukan soal ruangan megah atau alat canggih, tapi soal keberadaan. Tentang nakes yang hadir, menyapa, mendengar, dan ngasih edukasi sambil tetap senyum meski cuaca bikin baju dingin-dingin kuyup.
Dan hari itu, Puskesmas Ciampel membuktikan satu hal:
komitmen itu nggak butuh panggung besar—kadang cukup tenda sederhana dan tanah becek, asal niatnya sampai.
Selama tim kesehatan masih turun dengan formasi lengkap seperti ini, PATEN bukan cuma acara pelayanan publik; ini jadi bukti nyata bahwa masyarakat Ciampel punya barisan tenaga kesehatan yang siap hadir, kapan pun, di titik mana pun, dalam kondisi cuaca apa pun.
Hujan mungkin membasahi tanah, tapi komitmen—justru makin mengkilap.











