Memaknai HARI KESADARAN NASIONAL tiap tanggal 17

KESADARAN BERPRESTASI : ambisi vs kepentingan organisasi
Lo tahu nggak sih, dalam tim lo bisa sangat tergoda untuk “menghalalkan semua cara” cuma biar lo bisa jadi yang paling menonjol. Gaya ini muncul ketika lo merasa: “Bro, gue harus paling depan, harus dapet perhatian, harus diakui” — padahal, di balik ambisi itu, lo mungkin nggak sadar sudah melewati batas moral. Riset di dinamika tim menunjukkan bahwa dalam kelompok yang kompetisinya kuat, anggota bisa saja terlibat dalam perilaku tak etis demi keunggulan tim atau pribadi (Zhu & Zheng, 2023).
Misalnya, lo mulai ngambil proyek besar yang sebenarnya bukan lo, atau lo mulai “menjual” ide orang lain sebagai ide lo, atau lo mengabaikan kolaborasi supaya kilau lo makin terang. Dalam konteks kelompok kerja, riset menyebut fenomena “unethical pro‑organizational behavior” (UPB) — yaitu tindakan tak etis yang dilakukan atas nama kebaikan organisasi atau tim — bisa muncul karena tekanan anggota untuk menunjukkan diri (Zhang et al., 2018).
Nah, sekarang kita hubungkan dengan makna Hari Kesadaran Nasional yang diperingati tiap tanggal 17 setiap bulan. Hari ini bukan sekadar rutinitas seremoni, tapi simbol refleksi bersama, tanda bahwa gue dan lo, kita semua, punya tanggung‑jawab buat ngecek lagi: udah lurus belum niat dan langkah kita? Udah kolektif belum perjuangan kita? Atau jangan-jangan kita lagi sibuk sendiri cari nama?
Ketika lo berusaha menonjol dengan segala cara dalam tim, lo sesungguhnya mengabaikan salah satu inti dari kesadaran kolektif: yaitu bareng-bareng. Hari Kesadaran Nasional ngajarin kita bahwa kemajuan lahir dari sinergi, bukan saling sikut (Hakiki et al., 2023). Kalau lo malah fokus ke “gue” dan “lo”, maka lo melunturkan semangat kebersamaan yang seharusnya dibangun.
Di lingkungan tim, ada yang namanya norma kelompok. Nah, riset menunjukkan bahwa kalau norma ini mendukung kejujuran dan kolaborasi, maka perilaku tak etis kayak lo nyolong ide orang buat dapet spotlight bisa ditekan (Stewart et al., 2021). Tapi sebaliknya, kalau norma dalam tim itu permisif atau pura-pura nggak lihat, ya lo makin gampang tergelincir.
Ketika lo mulai berpikir “yang penting gue terlihat”, lo mungkin udah lepas dari etika kerja yang seharusnya dijaga: kejujuran, transparansi, tanggung jawab. Studi menyebut bahwa dalam kelompok yang sehat, nilai-nilai itu adalah fondasi yang menjaga trust antar anggota—tanpa trust, tim gampang ambruk (Gençer, 2019).
Lo bisa bayangin: tim lo seharusnya kayak barisan pejuang—semua punya fungsi, saling bahu membahu. Tapi kalau lo berperilaku kayak tentara yang nginjek-injek rekan sendiri biar naik pangkat, lo sebenarnya ngehianatin esensi dari perjuangan bersama. Karena kesadaran nasional, itu bukan soal satu orang maju, tapi semua bisa tumbuh bareng.
Begitu lo “menghalalkan semua cara”, lo bukan cuma bikin dosa kerja, tapi juga ngerusak kultur kerja yang udah dibangun. Solidaritas bisa ambyar, kepercayaan bisa hilang, dan bahkan performa tim bisa jeblok. Dalam riset tentang dinamika kelompok, ditemukan bahwa kompetisi individu dalam kelompok bisa memicu lebih banyak perilaku destruktif dibanding kompetisi sehat antar tim (Zhu & Zheng, 2023).
Lebih gawat lagi, tekanan buat diakui dalam tim bisa bikin lo jalan pintas. Contohnya, lo buru-buru ngeklaim ide, padahal bukan murni hasil lo. Riset menyebut bahwa dorongan buat jadi “anggota ideal” bisa bikin orang bertindak etis di permukaan tapi manipulatif di belakang (Zhang et al., 2023).
Makanya, lo harus paham bahwa menonjol itu nggak salah—yang keliru itu kalo lo mau menonjol dengan cara menginjak orang lain. Hari Kesadaran Nasional itu bukan cuma peringatan simbolik, tapi ajakan untuk ngerem ego. Dalam tim yang sehat, kontribusi bersama itu prioritas, bukan ego individual.
Kebiasaan lo yang menonjol demi pengakuan bisa jadi teladan buruk buat orang lain. Riset nunjukin, kalau pemimpin aja udah main curang atas nama tim, anggota di bawahnya bakal niru. Jangan sampai lo jadi pemantik budaya kerja yang rusak (Zhang et al., 2018).
Pertanyaannya sekarang: emang lo beneran kontribusi atau cuma numpang tenar? Riset dinamika kelompok menegaskan bahwa kontribusi riil lebih berharga dari tampilan luar yang impresif (Hakiki et al., 2023). Bikin dampak nyata, bukan cuma bikin ribut di permukaan.
Bisa jadi lo merasa jadi pusat, tapi ternyata tim lo makin lelah karena harus muter ngurus ego lo. Jadi, ukur keberadaan lo: apakah tim makin kuat dengan lo? Atau justru makin rapuh karena lo sibuk ngatur sorotan?
Lo bisa mulai ubah mindset dengan balik ke semangat 17-an tiap bulan itu. Bukan 17 Agustus aja yang ngingetin perjuangan, tapi tiap tanggal 17 lo diajak ngaca: apakah gue bagian dari masalah atau solusi? Apakah gue nyala sendiri atau jadi percikan buat nyalain yang lain juga?
Kalau lo ngerasa harus kelihatan, kenapa nggak kelihatan karena kontribusi dan kolaborasi? Menonjol itu lebih indah kalau lo sambil ngangkat yang lain. Karena dalam tim yang kuat, cahaya itu nggak saling rebutan, tapi saling nyambungin satu sama lain.
Praktiknya sederhana: share ilmu, bantu rekan yang kesusahan, acknowledge kerja keras tim. Tindakan kecil ini yang bangun budaya tim yang sehat. Budaya yang seirama sama semangat Hari Kesadaran Nasional—bangkit bareng, bukan sendiri-sendiri.
Tapi tetap waspada, bro. Kalau lo selalu merasa harus jadi yang paling bersinar karena takut nggak dianggap, itu bisa jadi jalan lo buat nyasar. Keputusan yang didasari rasa takut atau ego, biasanya mengarah ke tindakan yang ujungnya lo sesalin (Schuh et al., 2021).
Terakhir, lo bisa tanya ke diri sendiri: lo pengen dikenang karena bawa tim ke puncak? Atau karena ninggalin tim demi naik sendiri? Hari Kesadaran Nasional ngajarin kita bahwa sadar itu nggak cukup cuma tahu, tapi juga mau benerin arah dan narik yang lain ikut naik bareng.
Kadang lo pikir yang lo cari itu pengakuan. Tapi yang dunia butuhin dari lo bukan sekadar sorotan, melainkan kontribusi yang bikin semua tumbuh. Karena cahaya yang paling terang adalah yang bisa menerangi jalan banyak orang, bukan yang menyilaukan satu titik lalu redup sendiri.










