DIOMONGIN DI KANTOR, DUNIA RUNTUH?

Spread the love

Lo pernah ngerasa kayak pengen ngilang aja waktu tau ada yang ngomongin lo di kantor? Rasanya kayak semua mata tiba-tiba ngeliat, semua tawa terdengar nyindir, dan tiap detik di ruang kerja berubah jadi drama episode baru. Padahal cuma karena satu hal: “gue diomongin.”

Tapi tenang. Lo nggak sendirian. Hampir semua orang pernah ngerasain hal yang sama. Kantor itu kayak miniatur dunia — ada yang tulus, ada yang kompetitif, ada juga yang sekadar cari topik biar nggak bosan. Kadang omongan orang lain bukan cerminan diri lo, tapi pantulan dari apa yang ada di mereka.

Kalau lo terus fokus ke omongan itu, lama-lama energi lo habis bukan buat kerja, tapi buat mikirin “apa lagi yang mereka bilang.” Sementara hidup terus jalan, target makin numpuk, dan reputasi lo nggak ditentukan dari gosip, tapi dari hasil kerja nyata.

Secara psikologis, manusia emang punya naluri pengakuan sosial. Otak kita — terutama bagian anterior cingulate cortex — bereaksi kuat saat ngerasa ditolak atau diomongin. Makanya, rasa malu atau kesal waktu jadi bahan omongan tuh beneran valid. Tapi bagian bijaknya adalah: lo tetap punya kontrol buat milih, mau tenggelam di rasa itu, atau berdiri dan bilang ke diri sendiri, “nggak apa-apa, gue tetep fokus.”

Inget, orang bisa ngomong apa aja, tapi cuma lo yang tahu versi lengkap dari cerita lo. Kadang mereka cuma lihat satu cuplikan, terus bikin film utuh dari imajinasinya sendiri. Jadi daripada ikut nonton film itu, mending lo lanjut nulis kisah asli lo — versi yang cuma lo yang tahu ending-nya. 🎬

Kantor cuma panggung sementara, bukan pengadilan hidup. Selama lo kerja bener, jujur, dan masih punya hati yang bersih, lo nggak perlu repot ngebuktiin apa-apa.

Jangan biarin omongan orang bikin dunia lo runtuh. Karena yang bisa ngeruntuhin lo, cuma lo sendiri — kalau lo berhenti percaya sama diri lo. 💪✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *