KUN FAYAKUN SELALU BESERTAMU

Spread the love

KUN FAYAKUN SELALU BESERTAMU

Ada kalimat yang begitu sederhana, namun sarat makna spiritual: “Kun fayakun.” Jadilah, maka terjadilah. Bukan sekadar ayat tentang kuasa Tuhan, tapi juga tentang harmoni antara kehendak ilahi dan kesadaran manusia. Bahwa di antara doa dan kenyataan, ada jembatan bernama keyakinan.

Kita sering berdoa memohon yang terbaik, tapi diam-diam menyimpan ketakutan bahwa mungkin itu tak akan terjadi. Padahal semesta bekerja melalui energi pikiran dan niat. Apa yang kita pikirkan dengan kuat, apa yang kita yakini dengan sepenuh hati—itulah yang perlahan menjadi kenyataan.

Kun fayakun bukan berarti semua keinginan terwujud seketika, melainkan bahwa setiap keyakinan yang tulus membuka jalan bagi terjadinya keajaiban. Pikiran positif, doa yang jujur, niat yang lurus—semuanya bergetar dalam satu frekuensi yang mengundang restu Allah dan semesta untuk bekerja bersama kita.

Ketika hati kita yakin, tubuh pun bergerak seirama. Kita jadi lebih sabar, lebih berani, lebih konsisten. Dari sinilah keajaiban tumbuh: bukan karena semesta tunduk pada kita, tapi karena kita mulai selaras dengan kehendak-Nya.

Maka berhati-hatilah dengan pikiranmu. Jangan biarkan keraguan dan ketakutan menulis naskah hidupmu. Sebab realitas pertama kali lahir dari dalam diri—dari apa yang kamu percayai mungkin.

Jika hari ini terasa berat, bisikkan perlahan pada diri sendiri: “Aku tidak sendiri. Aku sedang dalam proses menuju takdir terbaikku.” Karena Kun fayakun bukan sekadar mukjizat masa lalu; ia adalah janji yang hidup di setiap langkah orang yang percaya.


(Tulisan ini pengingat lembut: bahwa setiap doa yang disertai keyakinan adalah langkah menuju kenyataan. Jadilah—dan semesta akan menjawab, dengan cara yang paling indah.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *